Analisa dan Perancangan Sistem

Tuesday, April 13, 2010

I. Analisa Sistem

a.
Pengertian Analisa Sistem
Analisa Sistem adalah penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya (Jogiyanto HM, 2002).

b.
Langkah-Langkah Analisa Sistem
Di dalam tahap analisa sistem terdapat langkah-langkah dasar yang harus dilakukan, yaitu :

1. Mengindentifikasi Masalah

Mengidentifikasi (mengenal) masalah merupakan langkah pertama yang dilakukan dalam tahap analisis sistem. Masalah (problem) dapat didefinisikan sebagai satu pertanyaan yang diinginkan untuk dipecahkan. Tugas-tugas yang harus dilakukan untuk mengidentifikasi masalah-masalah yang terjadi adalah sebagai berikut : (1) Mengidentifikasi masalah; (2) Mengidentifikasi titik keputusan; (3) Mengidentifikasi personil-personil kunci.

2. Memahami Kerja Sistem

Langkah ini dapat dilakukan dengan mempelajari secara terinci bagaimana sistem yang ada beroperasi. Untuk mempelajari operasi dari sistem ini diperlukan data yang diperoleh dengan cara melakukan penelitian, dengan langkah-langkah sebagai berikut : (1) Menentukan jenis penelitian; (2) Merencanakan jadwal penelitian; (3) Membuat penugasan penelitian; (4) Membuat agenda wawancara; (5) Mengumpulkan hasil wawancara.

3. Menganalisa Hasil Penelitian

Langkah ini dilakukan berdasarkan data yang telah diperoleh dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dengan langkah-langkah sebagai berikut : (1) Menganalisa kelemahan sistem; (2) Menganalisa kebutuhan informasi pemakai / manajemen.

4. Membuat Laporan Hasil Penelitian
Setelah proses analisis sistem ini selesai dilakukan, selanjutnya membuat laporan hasil analisis (Jogiyanto HM, 2002).

II. Perancangan Sistem


A.
Pengertian Perancangan Sistem
Pengertian perancangan sistem adalah merancang atau mendesain bentuk suatu sistem yang baik yang berisi langkah-langkah operasi dalam pengolahan data dan prosedur sebagai pendukung sistem. Untuk melakukan perancangan sistem yang terstruktur, diperlukan suatu teknik di dalamnya dengan menggunakan alat yang umumnya berupa gambar atau diagram lebih mudah dipahami (Jogiyanto HM, 2002).

B.
Flowchart System
Flowchart system merupakan bagan yang menunjukkan arus pekerjaan secara keseluruhan dari sistem. Bagan ini menjelaskan urut-urutan dari prosedur-prosedur yang ada di dalam sistem. Bagan alir sistem menunjukkan apa yang dikerjakan di sistem.

Simbol-Simbol Pada Sistem Flowchart :
C. Diagram Konteks
Diagram konteks digunakan untuk memperlihatkan ruang lingkup atau batasan-batasan dari sistem atau menggambarkan keadaan sistem secara umum.

Diagram konteks adalah diagram yang menerangkan lingkungan dari sistem. Yang digambar dalam diagram ini adalah si pemakai sistem (pemberi input dan penerima laporan), proses atau nama sistem dan berbagai input yang diperlukan dan output yang dihasilkan.


D. Data Flow Diagram (DFD)

Data Flow Diagram merupakan diagram yang menggunakan notasi-notasi untuk menggambarkan arus dari data sistem.
Pedoman dalam menggambar Data Flow Diagram adalah :

  1. Identifikasikan terlebih dahulu semua kesatuan luar (external entities) yang terlibat di sistem. Kesatuan luar ini merupakan kesatuan (entity) di luar sistem, karena di luar bagian pengolahan data (sistem informasi). Kesatuan luar ini merupakan sumber arus data ke sistem informasi serta tujuan penerima arus data hasil dari proses sistem informasi, sehingga merupakan kesatuan di luar sistem informasi.
  2. Mengidentifikasikan semua input dan output yang terlibat dengan kesatuan luar, yaitu output berupa laporan-laporan dari hasil proses transaksi.
  3. Gambarlah terlebih dahulu suatu diagram konteks (context diagram). DFD merupakan alat untuk structured analysis. Pendekatan terstruktur ini mencoba untuk menggambarkan sistem pertama kali secara garis besar (disebut dengan top level) dan memecah-mecahnya menjadi bagian yang lebih terinci (disebut dengan lower level). Dalam DFD yang pertama kali digambar adalah level teratas yaitu context diagram. Dari context diagram ini kemudian akan digambar dengan lebih terinci lagi yang disebut dengan overview diagram (level 0). Tiap-tiap overview diagram akan digambar lebih terinci lagi dan seterusnya sampai tiap-tiap proses tidak dapat digambar lebih terinci lagi. Suatu context diagram selalu mengandung satu dan hanya satu proses saja (seringkali diberi nomor proses 0). Proses ini mewakili proses dari seluruh sistem. Context diagram ini menggambarkan hubungan input atau output antara sistem dengan kesatuan luarnya.
  4. Gambarlah bagan berjenjang (hierarchy chart) untuk semua proses yang ada. Bagan berjenjang digunakan untuk mempersiapkan penggambaran DFD ke level-level lebih bawah lagi. Bagan berjenjang dapat digambar dengan menggunakan notasi proses yang digunakan di DFD.
  5. Gambarlah sketsa DFD untuk overview diagram (level 0) berdasarkan proses di bagan berjenjang. Untuk level 0 ini, sebaiknya tidak digambarkan terlebih dahulu di DFD level 0 untuk memudahkan penggambarannya.
  6. Gambarlah DFD untuk level-level berikutya yaitu level 1 dan seterusnya. Untuk tiap-tiap proses yang di pecah-pecah sesuai dengan bagan berjenjangnya.
  7. Setelah semua level DFD di gambar berikutnya adalah menggambar DFD untuk pelaporan manajemen yang digambar terpisah.
  8. Setelah semua level DFD untuk pelaporan manajemen telah digambar, maka semua DFD ini dapat digabung dalam satu diagram (Jogiyanto H.M, 2002).

Hal-hal yang tidak diperbolehkan dalam mendesain DFD :

  • Di dalam DFD tidak boleh menghubungkan antara external entity dengan external entity lainnya secara langsung
  • Di dalam DFD tidak boleh menghubungkan data store yang satu dengan data store yang lain secara langsung
  • Di dalam DFD tidak boleh menghubungkan data store dengan external entity secara langsung
  • Setiap store harus ada data flow yang masuk dan ada juga data flow yang keluar (Tata Sutabri, 2003).

Simbol-Simbol Pada DFD :
E. Normalisasi
Normalisasi merupakan proses pengelompokan data elemen menjadi tabel-tabel yang menunjukkan entity dan relasinya (Harianto Kristanto, 2004).
Pada proses normalisasi selalu diuji pada beberapa kondisi, apakah ada kesulitan pada saat menambah, menghapus, mengubah suatu database, bila ada kesulitan pada penguji tersebut maka relasi tersebut dipecah menjadi beberapa tabel lagi, dengan kata lain perancangan belum mendapatkan database yang optimal.

Normalisasi memberikan panduan yang sangat membantu bagi pengembang untuk mencegah penciptaan struktur relasi yang memiliki masalah kurang fleksibel atau mengurangi ketidakefisienan.

Konsep normalisasi menggambarkan atribut atau field-field kunci dari suatu tabel. Kunci-kunci yang biasa dipakai adalah :
  1. Kunci Sederhana, adalah kunci yang dibentuk oleh sebuah elemen data (atribut).
  2. Kunci Komposit, adalah kunci yang tersusun atas lebih dari satu atribut.
  3. Kunci kandidat, adalah kunci yang secara unik (tidak mungkin kembar) dapat dipakai untuk mengidentifikasi suatu basis di dalam tabel.
  4. Kunci Primer, adalah kunci kandidat yang dipilih sebagai kunci utama untuk mengidentifikasi baris dalam tabel.
  5. Kunci alternatif, adalah semua kunci kandidat yang tidak bertindak sebagai kunci primer.
  6. Kunci Tamu, adalah sembarang atribut yang menunjuk ke kunci primer pada tabel lain.

Tahap-tahap normalisasi :

a. Bentuk Tak Normal

Dalam bentuk ini data dikumpulkan apa adanya sesuai dengan kedatangannya dan data tersebut belum dimasukkan ke dalam suatu format tertentu.
Contoh :
b. Bentuk Normal Kesatu
Pada bentuk normal kesatu data mulai dibentuk dengan mengelompokkan data pada field-field yang tepat, serta tidak ada perulangan pada atributnya. Dan seluruh record harus ditulis secara lengkap dalam menginformasikan data.
Contoh :
c. Bentuk Normal Kedua
Pada bentuk normal kedua data harus dibagi ke dalam beberapa kelompok yang dibedakan menurut field kunci masing-masing dan harus mempunyai hubungan satu dengan yang lainnya.
Contoh :
d. Bentuk Normal Ketiga
Dalam proses ini masih membagi tabel dalam beberapa bagian supaya tiap tabel tidak mempunyai field yang bergantung transitif tetapi harus bergantung penuh pada kunci utama.
Contoh :

F. Desain Input Output


Desain Input

Masukan (input) merupakan awal dimulainya informasi. Bahan mentah dari informasi adalah data yang terjadi dari transaksi yang dilakukan oleh organisasi. Desain input digunakan untuk merancang tampilan layar di komputer yang menggambarkan bagaimana untuk pemasukan data. Berikut adalah langkah-langkah dari desain input :
  • Menentukan kebutuhan input dari sistem baru, dapat ditentukan dengan sistem baru yang dibuat input pada DFD ditunjukkan oleh arus data dari kesatuan luar ke proses dan bentuk tampilan input di alat input yang ditunjukkan oleh suatu proses pemasukan data.
  • Menentukan parameter dari input meliputi : bentuk input, dokumen dasar, sumber input, alat input, volume dan periode (Jogiyanto HM, 2002)

Desain Output

Keluaran (output) adalah produk dari sistem informasi yang dapat dilihat. Output dapat berupa hasil dari media keras atau media lunak. Output juga dapat berupa hasil dari suatu proses yang akan digunakan oleh proses lain dan tersimpan di suatu media lain penyimpanan. Desain output digunakan untuk memperkirakan output apa yang akan keluar. Bentuk output dapat berupa tabel, grafik, atau keterangan. Langkah menentukan desain output adalah :
  • Menentukan kebutuhan output dari sistem yang baru.
  • Menentukan parameter dari output yang meliputi : format, media yang digunakan, alat yang digunakan, jumlah tembusannya, distribusi dan periode output (Jogiyanto HM, 2002)

Dasar - Dasar Database

Pengertian Data dan Database

Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Database adalah kumpulan file-file yang mempunyai kaitan antara satu file dengan file yang lain sehingga membentuk satu bangunan data untuk menginformasikan satu perusahaan instansi dalam batasan tertentu (Harianto Kristanto, 2004).

A. Kegunaan Database
Database merupakan sekumpulan data yang membentuk suatu relasi yang saling berhubungan. Penyusunan database digunakan untuk mengatasi masalah-masalah dalam penyusunan data yaitu (Harianto Kristanto, 2004) :

1. Redudansi dan Inkonsistensi data
Bila dalam suatu program terjadi pengulangan suatu record yang sama dalam file yang berbeda, maka terjadi redundansi. Sedangkan bila ada perubahan data dalam satu file tanpa diikuti perubahan file yang lain maka akan terjadi inkonsistensi.

2. Kesulitan pengaksesan data
Membantu kesulitan dalam mencari data secara langsung.
3. Isolasi data untuk standarisasi
Bila data tersebar dalam beberapa file dalam bentuk format yang tidak sama, maka akan menyulitkan dalam menulis program aplikasi untuk mengambil dan menyimpan data.
4. Multiple user (banyak pemakai)
Guna mempercepat sumber daya guna sistem dan mendapat respon waktu yang cepat serta dapat digunakan oleh banyak pemakai dalam waktu yang sama, sehingga perlu adanya sistem multiple user. Semua itu memungkinkan terjadi karena data yang tidak diolah tidak tergantung dan menyatu dalam program tetapi terlepas dalam satu kelompok data.
5. Masalah Keamanan (Security)
Untuk menghindari adanya pihak luar yang membuka satu file data, maka perlu adanya keamanan yang dapat diatur lewat program.
6. Masalah integritas data (kesatuan data)
Basis data berisi file-file yang saling berkaitan. Masalah utamanya adalah bagaimana keterkaitan antara file yang terjadi di dalam basisdata tersebut. File-file ini dihubungkan dengan menggunakan field kunci.

B. Database Management System (DBMS)
Secara umum DBMS diartikan sebagai suatu program komputer yang digunakan untuk memasukkan, mengubah, menghapus, dan memperoleh data atau informasi dengan praktis dan efisien. Dibandingkan dengan sistem manual, DBMS mempunyai beberapa keunggulan yaitu :

  • Kepraktisan : DBMS menggunakan media penyimpanan sekunder yang berukuran kecil tetapi padat informasi
  • Kecepatan : mesin dapat mengambil atau mengubah data jauh lebih cepat daripada manusia
  • Kekinian : informasi yang tersedia pada DBMS akan bersifat mutakhir dan akurat setiap saat.

Kebanyakan DBMS menyediakan mekanisme pengaturan sekuritas terhadap basis data berdasarkan wewenang pengguna. Sebagai contoh, si A hanya boleh membaca suatu data, tetapi si B boleh mengubahnya. Sekuritas data sangat penting pada basis data, yaitu untuk menghindari pengaksesan data sensitive oleh orang yang tidak berhak.

Di dalam lingkungan basis data, data lebih mudah digunakan. Pada beberapa DBMS tersedia fasilitas query yang memudahkan pengguna untuk memperoleh informasi. Pengguna yang tidak memiliki kemampuan pemrogramanpun dengan mudah bisa menggunakan fasilitas query tersebut. Dalam pembuatan program aplikasi juga dapat dilakukan dengan mudah dibandingkan dengan menggunakan bahasa-bahasa konvensional seperti COBOL dan FORTRAN.
Keadaan ini dapat meningkatkan produktivitas pemrogram.

C. Komponen Utama DBMS

Komponen Utama DBMS dapat dibagi menjadi empat macam, yaitu :

a.
Perangkat Keras, berupa komputer dan bagian-bagian di dalamnya, seperti prosesor, memori dan harddisk. Komponen inilah yang melakukan pemrosesan dan juga untuk menyimpan basis data.
b.
Data, di dalam basis data mempunyai dua buah sifat yaitu :
  • Terpadu berarti bahwa berkas-berkas data yang ada pada basis data saling terkait, tetapi kemubaziran data tidak akan terjadi atau hanya terjadi sedikit sekali.
  • Berbagi (sharing) data berarti bahwa data dapat dipakai oleh sejumlah pengguna.
c. Perangkat lunak, dalam hal ini DBMS, berkedudukan antara basis data (data yang disimpan dalam harddisk) dan pengguna. Perangkat lunak inilah yang berperan melayani permintaan-permintaan pengguna.
d.
Pengguna, dapat diklasifikasikan menjadi tiga kategori yaitu :
  • Pengguna Akhir, dibagi menjadi dua yaitu : pengguna aplikasi adalah orang yang mengoperasikan program aplikasi yang dibuat oleh pemrogram aplikasi dan pengguna interaktif adalah orang yang dapat memberikan perintah-perintah beraras tinggi pada antarmuka basis data yang tersedia atau melakukan perintah-perintah melalui antarmuka berbasis menu.
  • Pemrogram Aplikasi, adalah orang yang membuat program aplikasi yang menggunakan basis data. Pemrogram aplikasi yang dibuat tentu saja sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Administrator basis data, adalah orang yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan basis data. Secara lebih detail tugas administrator basis data adalah mendefinisikan basis data, menentukan isi basis data dan menentukan sekuritas basis data (Abdul Kadir, 2003).

Konsep Dasar Sistem Informasi

I. Pengertian Sistem
Pengertian tentang sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul, bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan dan menyelesaikan suatu tujuan tertentu. (Jogiyanto, H.M, 2002)

Pendekatan sistem yang lebih menekan pada elemen atau komponennya mendefinisikan sistem sebagai berikut :
Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. (Jogiyanto, H.M, 2002)

Karakteristik Sistem
Suatu sistem mempunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu, yaitu :
a. Komponen Sistem (Elemen)
Suatu sistem terdiri dari komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk suatu kesatuan. Komponen-komponen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem.
b. Batas Sistem (Boundary)
Yaitu daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lain atau dengan lingkungan luarnya. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.
c. Lingkungan Luar Suatu Sistem (Environment)
Yaitu segala sesuatu diluar batas dari sistem yang memperbaharui operasi sistem.
d. Penghubung Sistem (Interface)
Yaitu media penghubung antara subsistem dengan subsistem yang lainnya sehingga membentuk satu kesatuan.
e. Masukan (Input)
Merupakan bagian dari elemen sistem yang berfungsi untuk menerima data masukan dimana data dapat berupa asal masukan, frekuensi pemasukan dan jenis masukan data.
f. Keluaran (Output)
Merupakan hasil akhir dari sistem dalam mencapai tujuannya.
g. Pengolahan Sistem (Proses)
Dalam suatu sistem dapat ditemukan suatu bagian pengolahan yang akan mengubah input menjadi output.
h. Sasaran Sistem (Goal)
Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem.

II. Pengertian Informasi
Informasi adalah suatu hasil pengolahan data menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimanya, dan menggambarkan kejadian-kejadian (event) dan kesatuan nyata (fact and entity) yang digunakan untuk pengambilan keputusan. Sumber informasi adalah data. Data merupakan bentuk jamak dari bentuk tunggal data item (Jogiyanto HM, 2002).

a. Kualitas Informasi
Kualitas dari suatu informasi (quality of information) tergantung dari tiga (3) hal yaitu:
1. Akurat (accurate)
Berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bisa atau menyesatkan. Yang berarti informasi harus jelas mencerminkan maksudnya.
2. Tepat pada waktunya (timeliness)
Berarti informasi yang datang pada penerimanya tidak boleh terlambat, yaitu informasi yang sudah usang tidak mempunyai nilai lagi. Karena informasi merupakan landasan didalam pengambilan keputusan. Bila pengambilan keputusan terlambat, maka dapat berakibat fatal untuk organisasi.
3. Relevan (relevance)
Berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap orang satu dengan orang lainnya berbeda (Jogiyanto HM, 2002).

b. Nilai Informasi
Nilai dari informasi (value of information) ditentukan dari dua hal, yaitu manfaat dan biaya mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai bila lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya. Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa informasi yang digunakan di dalam suatu sistem informasi umumnya digunakan untuk beberapa kegunaan. Sehingga tidak memungkinkan dan sulit untuk meghubungkan suatu bagian informasi pada suatu masalah yang tertentu dengan biaya untuk memperolehnya, karena sebagian informasi dinikmati tidak hanya oleh satu pihak di dalam perusahaan (Jogiyanto HM, 2002).

c. Siklus Informasi
Siklus informasi adalah suatu siklus yang terbentuk dari sebuah data yang diolah melalui suatu model menjadi suatu informasi. Penerima kemudian menerima informasi kemudian membuat suatu keputusan dan melakukan tindakan yang berarti menghasilkan suatu tindakan yang lain yang akan membuat sejumlah data kembali. Data tersebut akan ditangkap sebagai input, yang diproses kembali lewat suatu model dan seterusnya membentuk suatu siklus (Jogiyanto HM, 2002).


III. Definisi Sistem Informasi
Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategis dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan (Jogiyanto HM, 2002).

a. Komponen Sistem Informasi

Terdiri dari enam komponen, yaitu :

1.
Blok Masukan
Input mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi. Input disini termasuk metode-metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan, yang dapat berupa dokumen-dokumen dasar.

2.
Blok Model
Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah tertentu untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.

3.
Blok Keluaran
Produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.

4.
Blok Teknologi
Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan. Teknologi terdiri dari tiga bagian utama yaitu teknisi (humanware atau brainware), perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware).

5.
Blok Basis Data
Basis data (database) merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Data perlu disimpan dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut.
Data di dalam basis data perlu diorganisasikan sedemikian rupa, agar informasi yang dihasilkan berkualitas. Organisasi basis data yang baik juga berguna untuk efisiensi kapasitas penyimpanannya. Basis data dapat diakses atau dimanipulasi dengan menggunakan perangkat lunak yang disebut dengan DBMS (Database Management Systems).
6.
Blok Kendali
Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi kesalahan dapat langsung diatasi.


b. Sistem Informasi Manajemen

Sistem informasi manajemen merupakan penerapan sistem informasi di dalam organisasi untuk mendukung informasi-informasi yang dibutuhkan oleh semua tingkatan manajemen. Secara umum definisi dari sistem informasi manajemen adalah

1.
kumpulan dari interaksi sistem-sistem informasi
2.
menghasilkan informasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen.

Secara teori, komputer tidak harus digunakan dalam SIM, tetapi kenyataannya tidaklah mungkin SIM yang komplek dapat berfungsi tanpa melibatkan elemen non-komputer (sistem manusia) dan elemen komputer (sistem mesin).
SIM selalu berhubungan dengan pengolahan informasi yang berbasis pada komputer. SIM merupakan suatu sistem yang melakukan fungsi-fungsi untuk menyediakan semua informasi yang mempengaruhi semua operasi organisasi. SIM merupakan kumpulan dari sistem-sistem informasi.

Menggambar Via Papan Tulis Online

Perlahan tapi pasti, Google terus berusaha untuk mengembangkan layanan di dunia maya. Setelah beberapa waktu yang lalu aplikasi Google Docs, spreadsheet, dan aplikasi presentasi online gratis diluncurkan, kali ini google akan menambahkan aplikasi baru yang diberi nama google drawing, yaitu aplikasi untuk menggambar secara online dan gratis pula. Nantinya aplikasi Google Drawing ini akan bersama dalam satu paket dengan aplikasi Google Docs, spreadsheet, dan aplikasi presentasi yang sudah eksis lebih dulu. Dengan demikian Google Docs dan Spreadsheets akan semakin mendapatakan update realtime besar. Seperti yang diumumkan pada acara Atmosfer Google baru-baru ini.

Google Office Suite atau biasa disebut Google Docs, update dengan melakukan perubahan besar yang difokuskan pada peningkatan secara signifikan dengan mengkolaborasikan dokumen di Docs.

Itu berarti fitur baru seperti real time Google Wave's, editing oleh karakter-karakter untuk beberapa pengguna, spell check as-you-type, sistem komentar baru, dan masih banyak lagi fitur lainnya juga akan tersedia.

Google Drawing tidak hanya untuk dibaca melainkan sebuah aplikasi untuk menggambar dengan menggunakan sebuah papan tulis online. Aplikasi ini dirancang untuk membantu orang memvisualisasikan ide-ide atau gagasannya melalui diagram alur(flow chart), diagram, dan stensil. Pada aplikasi tersebut dilengkapi pula chat window (jendela obrolan), yang memungkinkan para peserta dapat berpadu dan berpartisipasi untuk masuk. Di Google Drawing ini nantinya gambar dapat diimpor dan juga dapat bergerak. Tapi sayangnya tidak ada pilihan untuk gambar freehand. Dari hasil pengalaman Google Drawing akan dapat berjalan dengan baik dengan browser yang mendukung HTML5 seperti (Chrome, Safari, Firefox, IE9 bila mendukung SVG). Dan rencananya di tanggal 3 Mei mendatang Google Docs juga akan menghentikan akses off-line melalui Google, dan kemudian akan membawanya kembali melalui HTML5.

 
 
 
 
Copyright © Koleksi Informasi