Showing posts with label Tips Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Tips Kesehatan. Show all posts

Manfaat Daun Seledri

Friday, April 30, 2010

Tahukah anda selain untuk sayuran dan menurunkan tekanan darah, seledri juga masih mempunyai banyak manfaat lain, di antaranya sebagai pencegah kanker payudara, gagal ginjal dan untuk kesehatan gigi.

Manfaat akan jauh lebih cepat terasanya apabila kita rutin mengkonsumsinya mentah. Ketika mengunyah zat dalam seledri akan memijit gusi-gusi kita dan kalsium dalam seledri bisa membantu penguatan gigi.

Selain itu seledri juga bisa mentralisir bumbu yang berbau tajam seperti bawang. Kandungan Vit C dan K seledri tergolong excellent. Selain itu seledri juga mnegandung Vit A, phosphor, zat besi.

Di Eropa dan beberapa Negara Asia seperti Jepang, Cina dan Korea, tidak hanya mempergunakan daun saja, namun juga bagian tangkai sebagai bahan makanan atau penyedap masakan. Khasiat daun seledri sudah dikenal sejah sejarah awal Mesir, Yunani dan Romawi. Penyakit seperti flu, masalah pencernaan, limpa dan hati menggunakan biji tanaman asli sebagai obat penyakit tersebut.

Berdasarkan penelitian, tanaman keluarga Apiaceae itu mengandung natrium yang berfungsi sebagai pelarut untuk melepaskan deposit kalsium yang mengakut di ginjal dan sendi. Seledri juga mengandung magnesium yang berfungsi menghilangkan stress. Daun seledri mengandung protein, belerang, kalsium, besi, fosfor, vitamin A, B1 dan C.

Berdasarkan hasil penelitian, seledri juga mengandung psoralen, zat kimia yang menghancurkan radikal bebas biang penyebab kanker. Tingginya kadar sodium dalam seledri sangat berguna untuk menjaga ketahanan tubuh.

Setiap 100 gram daun seledri segar terkandung 130 IU vitamin A dan 15 mg vitamin C. Vitamin A dan vitamin C sebagai antioksidan cukup kuat. Serangan radikal bebas terhadap dinding sperma dan sel telur dapat dihambat oleh kedua vitamin ini.

Menurut ahli sejarah botani, daun seledri telah dimanfaatkan sebagai sayuran sejak abad XZII atau tahun 1640, diakui sebagai tanaman berkhasiat obat secara ilmiah baru pada tahun 1942. Pengembangbiakan tanaman seledri dapat digunakan2 cara, yaitu melalui bijinya atau pemindahan anak rumpunnya.

Peranannya dalam system reproduksi karena seledri mampu memperbaiki fungsi hormonal yang terganggu seperti nyeri haid, haid tidak teratur ataupun haid terlalu banyak. Berikut cara pemanfaatan daun seledri untuk mengatasi problem kesehatan anda.

Rematik
Potong 1 genggam daun dan batang seledri kecil-kecil, lalu rebus dalam 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminun sekaligus.
Iris 1 buah bongol seledri tipis-tipis, seduh dengan 3 cangkir air panas, lalu minum ramuan ini sebagai teh.

Atau bisa dengan mencuci 30-40 lembar daun seledri, lalu siram dengan air panas. Selanjutnya makan sebagai lalapan saat makan. Lakukan 2 kali sehari. Rebus 2 sendok makan biji sekedri dalam 2 liter air selama 3 jam dengan api kecil. Minum air rebusannya selagi panas sebanyak 1 cangkir sehari 3-4 kali.

Mata Kering (Xeroftalmia)
Makan daun seledri sebagai lalapan segar bersama-sama dengan makan nasi. Lakukan tiap hari. Cuci daun seledri, daun bayam dan daun kelor (Moringan oleifera lamk.) masing-masing 1/3 genggam sampai bersih, lalu giling sampai halus. Tambahkan garam dapur seujung sendok tea dan ¾ cangkir air masak. Remas campuran ini sampai rata, kemudian peras dan saring. Minum air perasannya sekaligus, lakukan 3 kali sehari.

Tekanan Darah Tinggi
Cuci 100 gr seledri seutuhnya sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan 1 cangkir air, lalu peras dan saring. Selanjutnya tim sampai mendidih. Setelah dingin, bagi untuk 2 kali minum, pagi dan siang hari. Atau cuci 16 batang seledri seutuhnya sampai bersih dan potong-potong secara kasar, lalu masukkan ke dalam panic email. Tambahkan 2 gelas air bersih lalu rebus sampai airnya tersisa ¾ nya. Setelah dingin, airnya diminum dan seledrinya dimakan. Lakukan 2 kali sehari, masing-masing separuhnya.

Bronkitis
Cuci 60 gr seledri segar, 10 gr kulit jeruk mandarin kering dan 25 gr gula aren sampai airnya tersisa separuhnya. Setelah dingin saring dan air saringannya dibagi untuk 2 kali minum, pagi dan sore hari, masing-masing ¾ gelas.

Batuk
Cuci 30 gr seledri segar seutuhnya, lalu potong-potong seperlunya. Selanjutnya rebus dalam 3 gelas air bersih. Setelah dingin, saring dan tambahkan madu secukupnya. Gunakan ramuan ini untuk 2 kali minum, pagi dan sore hari.

Kolik, Sakit Perut Setelah Melahirkan
Sediakan 60 gr seledri segar seutuhnya, 1 ruas jari tangan jahe merah dan sepotong gula aren. Cuci bahan-bahan tersebut dan potong-potong seperlunya, lalu rebus dalam 2 gelas air bersih sampai tersisa separuhnya. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sekaligus.

Psoriasis, Alergi
Sediakan 2 batang seledri, 3 buah wortel ukuran sedang dan 1 buah bit ukuran sedang. Cuci bahan-bahan tersebut, lalu dijus. Minum jus tersebut sekaligus waktu perut kosong. Lakukan 2 kali sehari.

Menurunkan Kadar Kolesterol yang Tinggi
Cuci 30 gr akar seledri sampai bersih, lalu rebus dalam 2 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sekaligus.

Penyubur Rambut
Cuci 7-10 tangkai daun seledri sampai bersih, lalu tumbuk halus. Setelah dikeramas, gosokan tumbukan daun seledri tersebut ke kulit kepala dan rambut secara merata sambil dipijat ringan. Setelah selesai, bungkus rambut dengan handuk selama kurang lebh 1 jam. Selanjutnya, bilas rambut dengan air bersih. Lakukan seminggu sekali.

Mengurangi Minyak Berlebihan di Wajah
Cuci tiga batang seledri kemudian iris kecil-kecil, seduh dan tutupi. Biarkan dingin, lalu simpan di lemari es. Menjelang tidur malam, oleskan sari seledri ke wajah yang sudah dibersihkan. Setelah kering baru bilas muka hingga bersih. Lakukan dengan teratur.

Sumber : klik disini

Manfaat Sayuran

Bayam :
Mengatasi anemia / kurang darah merah

Mengatasi kelelahan

Mengencangkan kulit wajah

Brokoli :
Mencegah terjadinya berbagai penyakit kanker terutama kanker payudara dan kanker prostate
Melindungi terhadap serangan stroke
Sumber kalsium yang tinggi
Antioksidan

Buah Bit :
Menambah sel darah merah
Membantu penyembuhan kanker
Memperbaiki tubuh akibat gangguan alcohol/ narkoba

Daun Ginseng :
Meningkatkan stamina
Meningkatkan vitalitas
Meningkatkan konsentrasi

Jeruk :
Meningkatkan kekebalan tubuh
Membantu system pencernaan
Mengatasi berbagai penyakit kelamin
Mengatasi radang amandel

Kangkung :
Mengatasi keracunan makanan
Mengatasi gangguan kemih (oligouria / air seni sedikit, berdarah, bernanah)
Mimisan, batuk berdarah
Wasir, sembelit

Mentimun :
Menjaga kehalusan kulit
Mengatasi racun akibat gigitan serangga
Penurun demam
Mengatasi dehidrasi / kekurangan cairan

Sawi :
Mencegah gangguan jantung
Mengatasi gangguan maag
Meningkatkan kekebalan tubuh
Mengatasi nyeri haid
Mengatasi nyeri rematik dan nyeri pinggang
Tonikum penyegar

Selada :
Mengatasi sakit kepala, sakit gigi
Memperlancar saluran pernafasan (batuk, bronchitis)
Mengatasi kesulitan tidur

Seledri :
Mengatasi gangguan kulit (psoriasis, dll)
Memperbaiki tekanan darah tinggi / hipertensi
Mengatasi infeksi dalam darah, alergi

Tomat :
Mengatasi gangguan lever
Mengatasi kelelahan kronis
Meningkatkan nafsu makan

Wortel :
Mempertajam penglihatan
Memperbaiki gangguan kulit, rambut beruban
Mengatasi keracunan logam berat

Mengatasi gangguan sendi

Referensi :
Heinerman, John, Ensiklopedia Jus Buah dan Sayuran untuk Penyembuhan, cetakan 2005
Slaga, Thomas J., The Detox Revolution, cetakan 2003
Hembing, Prof. Dr., Tanaman Berkhasiat Obat Indonesia jilid ke 2, tahun 1993
Dr. Bernard Jensen, D.C, Ph.D, Terapi Jus, cetakan 2004

Ramuan Herbal

Aneka Ragam Herbal Untuk Kesehatan
Penggunaan herbal/tumbuhan obat sebagai obat tradisional antara lain bertujuan untuk memelihara kesehatan, meningkatkan daya tahan tubuh, membantu menyembuhkan penyakit, dan lain-lain. Beberapa jenis herbal telah lama dikenal dan digunakan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia untuk pengobatan dan kesehatan. Berikut ini contoh tumbuhan berkhasiat obat yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi gangguan kesehatan.

1. Tumbuhan Antikanker
- Temu putih
- Tapak dara
- Buah Mahkota Dewa
- Jombang
- Keladi tikus
- Tumbuhan Leunca
- Biji pacar air
- Rumput mutiara
- Rumput lidah ular
- Buah makasar
- Tumb.cakar ayam
- dan lain-lain

2. Tumbuhan untuk Menurunkan Hipertensi (hipotensif)
- Mengkudu/pace
- Seledri
- labu siam
- Belimbing manis
- Belimbing wuluh
- mentimun
- daun salam
- bawang putih
- pegagan
- jamur kuping
- bunga siantan
- dan lain-lain

3. Menurunkan kadar gula darah tinggi/diabetes mellitus
- Sambiloto
- Ceplukan
- Brotowali
- Pare
- jamblang
- biji lamtoro
- Biji alpokat
- lidah buaya
- Mengkudu
- Biji Mahoni
- biji rambutan
- dan lain-lain

4. Menurunkan kolesterol tinggi (hipoglikemik)
- daun salam
- buah mengkudu
- daun dewa
- sambung nyawa
- jamur kuping
- jamur ling zhi
- terung ungu
- bawang putih
- bawang bombay
- Rumput laut
- kulit kacang tanah
- dan lain-lain

5. Gangguan Ginjal dan Saluran Kemih :
- Kumis kucing
- kejibeling
- akar alang-alang
- Daun sendok
- meniran
- rambut jagung
- Sambiloto
- pegagan
- krokot
- Tempuyung
- kulit labu bligo
- dan lain-lain

6. Gangguan Liver, Hepatitis :
- Temu lawak
- Kunyit
- sambiloto
- Jamur ling zhi
- daun serut/mirten
- Alang-alang
- Buah kaca piring
- jombang
- pegagan
- Rumput mutiara
- batang bugenfil
- mengkudu

7. Gangguan Lambung :
- Temu lawak
- Kunyit
- Kencur
- Lidah buaya
- Cincau
- kapulaga
- Kulit jeruk mandarin
- adas
- dan lain-lain

8. Asam urat tinggi & Rematik :
- jahe merah
- sambiloto
- akar alang-alang
- ceplukan
- lidah buaya
- temu lawak
- daun salam
- kunyit
- Kumis kucing
- gandarusa
- daun dewa
- dan lain-lain

9. Gangguan Haid & keputihan
- daun sirih
- sambiloto
- kulit delima
- kunyit
- temu lawak
- temu hitam
- lidah buaya
- bunga mawar
- ginjean
- daun dewa
- daun hia
- dan lain-lain

10. Disfungsi Ereksi :
- biji kucai
- jahe
- akar ginseng
- biji pare
- lada hitam
- dan lain-lain

Sumber : Prof. Hembing

 
 
 
 
Copyright © Koleksi Informasi